Ribuan Mata Berkaca-kaca, Peringatan Isra’ Mi’raj di Desa Kepuh Tekankan Bakti pada Ibu
KERTOSONO – Suasana religius menyelimuti Lapangan Gunung Sewu, Desa Kepuh, pada Rabu malam (7/1). Ratusan warga tumpah ruah menghadiri Pengajian Umum dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H. Acara yang diinisiasi oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PR NU) Desa Kepuh ini berlangsung khidmat dengan dukungan penuh dari PT. Karya Manunggal Jati Sidoarjo.
Sejak pukul 20.00 WIB, gema shalawat dari grup Hadroh Putro Wali telah menyambut kedatangan jamaah. Meski udara malam cukup dingin, antusiasme sekitar 700 warga Desa Kepuh tak surut untuk memadati area lapangan hingga acara berakhir pada pukul 23.00 WIB.
Kehadiran Tokoh dan Sinergi Lintas Sektoral
Acara ini menjadi momentum silaturahmi akbar bagi unsur pemerintahan dan tokoh agama. Hadir di deretan kursi undangan, Pengurus Harian MWC NU Kertosono bersama jajaran PR NU Kepuh. Tak ketinggalan, unsur Muspika Kertosono yang terdiri dari Camat, Kapolsek, dan Danramil turut hadir memberikan dukungan moral bagi keamanan dan kelancaran acara.
Kepala Desa Kepuh beserta seluruh perangkat desa, BPD, serta Ketua RT/RW se-Desa Kepuh juga tampak kompak berbaur dengan tokoh masyarakat, Takmir Masjid dan Musholla, serta jamaah Majelis Taklim. Sinergi ini menunjukkan kuatnya kerukunan antarlembaga di tingkat desa.
Pesan Sentral: Memuliakan Ibu
Puncak acara diisi dengan Mauidhoh Hasanah oleh ulama kharismatik asal Magetan, KH. Tugino Bashori. Dalam ceramahnya yang lugas namun menyentuh hati, beliau membawa pesan mendalam mengenai esensi ketaatan kepada Sang Pencipta melalui perantara orang tua.
"Menghormati dan memuliakan ibu bukan sekadar tradisi, melainkan wujud nyata ketaatan kita kepada Allah SWT. Mustahil seorang hamba mendapatkan ridha Allah jika ia mengabaikan sosok yang telah bertaruh nyawa melahirkannya," tegas KH. Tugino Bashori di hadapan jamaah yang terpaku menyimak.
Beliau juga mengingatkan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj adalah perjalanan spiritual untuk menjemput perintah salat, yang mana kualitas salat seseorang akan tercermin dari akhlaknya kepada sesama, terutama kepada ibu kandung.
Dukungan Sektor Swasta
Kesuksesan acara ini tidak terlepas dari peran PT. Karya Manunggal Jati Sidoarjo. Keterlibatan perusahaan asal Jawa Timur ini dalam kegiatan keagamaan di Desa Kepuh menuai apresiasi dari panitia penyelenggara. Hal ini dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) terhadap penguatan nilai-nilai religius di masyarakat.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh sang kiai, memohon keberkahan bagi seluruh warga Desa Kepuh agar senantiasa dalam lindungan Allah SWT dan dijauhkan dari segala balak.
Komentar
Posting Komentar